Penyumbang Kematian Tertinggi

Adalah
KANKER PARU DAN SERVIKS

kanker

PROF Dr dr Sutaryo SpA(K), pakar kanker dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta mengungkapkan, dalam pengamatanya, kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya mentastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi.

“Setelah didiagnosis, penanganan kanker biasanya dengan dirawat operasi, kemoterapi, atau radiasi. Namun, tidak semua pengobatan kanker harus dengan tidakan operasi, tergantung jenis kanker dan tingkat kasus penyakitnya,” papar pengajar di FK UGM ini saat berbincang dengan kedaulatan rakyat di sela-sela HUT ke-35 Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY baru-baru ini.

Pada  pria dewasa kanker yang paling umum adalah kanker prostat, kanker paru-paru, kanker kolon dan rektum, serta kanker kandung kemih.

Sebagai penyebab kematian, kanker paru-paru yang paling umum, diikuti kanker prostat, kanker kolon dan rectum, kanker pangkreas dan leukemia.

Pada wanita dewasa, kanker payudara adalah kanker yang paling umum dari seluruh kasus kanker, diikuti kanker serviks dan kanker endometrium.

Berdasarkan kasus kematianya, kanker serviks paling umum jadi penyebab utama kematian, di ikuti kanker payudara dan kanker indung telur.

Kasus kanker darah atau leukemia pada anak saat ini juga terjadi peningkatan. Hal ini di sebabkan banyak factor, mulai dari pola hidup tak sehat, buruknya kualitas lingkungan, sampai karena adanya paparan bahan-bahan kimia berbahaya, papar Prf Sutaryo.

Menurutnya di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab kanker di tanah air di sebabkan pola hidup yang tidak sehat seperti kurang olah raga, kebiasaan merokok, dan pola makan tidak sehat.

Kanker adalah penyakit yang 90-90% kasusnya banyak di sebabkan oleh factor lingkungan dan 5-10% dikarenakan factor genetic. Factor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah karena infeksi, radiasi, stress dan polutan lingkungan.”jelasnya

Diakuinya, jumlah penderita kanker di Indonesia belum di ketahui secara pasti. Namun demikain, dalam pengamatanya selama bertugas di rumah sakit, kasus kanker terjadi peningkatan dari tahun ke tahun.

Bahkan, penderita kanker bukan saja orang dewasa semata tetapi sudah menjangkau anak-anak.

Keberhasilan pengobatan sangat di tentukan oleh jenis kanker, keadaan stadium kanker saat di temukan, keadaan umum penderita dalam upaya untuk sembuh.

Karena itu, deteksi dini dan edukasi tentang bahaya penyakit kanker harus di galakkan,”tandas prof sutaryo.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *